Mutiara Hijau di Kaki Gunung Merapi
Perjalanan panjang transformasi dari Tegaltelan hingga menjadi Dukuhsari yang makmur dan asri
Pada masa lampau, wilayah ini dikenal dengan nama Tegaltelan, yang berasal dari kata "tegal" (kebun) dan "telan" (ketela). Nama ini mencerminkan kondisi geografis wilayah yang didominasi oleh kebun ketela dan sawah-sawah padi yang subur.
Dusun Sidosari pada awalnya bernama Randualas, dinamakan demikian karena banyaknya pohon kapas randu (kapas jawa) yang tumbuh subur di wilayah tersebut. Pohon randu menjadi ciri khas dan sumber penghidupan masyarakat setempat.
Selanjutnya, terjadi perubahan nama menjadi Dukuhsari. Nama "Dukuh" berarti kampung, sedangkan "Sari" bermakna makmur atau asri, mencerminkan harapan dan visi masyarakat akan kemakmuran dan keindahan desanya.
Kini Padukuhan Dukuhsari terdiri dari dua dusun: Dusun Sidosari dan Dusun Dukuhsari, dengan luas wilayah 55 hektar.
Letak strategis dan kondisi alam yang mendukung kehidupan masyarakat
Terletak di kaki Gunung Merapi, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, DIY dengan akses yang mudah ke berbagai fasilitas publik.
Mencakup area seluas 55 hektar yang terbagi menjadi dua dusun: Dusun Sidosari dan Dusun Dukuhsari dengan pemanfaatan lahan yang optimal.
Utara: Padukuhan Imorejo | Barat: Padukuhan Jambusari | Timur: Padukuhan Kembang | Selatan: Padukuhan Pojok
Berada pada ketinggian 398-976 mdpl dengan suhu rata-rata 24-28°C dan curah hujan 3.908 mm per tahun, ideal untuk pertanian.
Kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia yang menjadi kebanggaan Dukuhsari
Lahan perkebunan yang subur dengan sistem irigasi yang baik, menghasilkan salak berkualitas tinggi dan tanaman hortikultura.
Berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkembang pesat, mulai dari kerajinan hingga kuliner khas daerah.
Semangat gotong royong yang kuat dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, menjaga kearifan lokal dan tradisi leluhur.
Warisan leluhur yang terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 35 hari sekali (selapan) sebagai wadah silaturahmi dan penguatan ikatan sosial masyarakat.
Jathilan atau sering disebut Kuda Lumping, adalah salah satu kesenian rakyat yang masih lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Padukuhan Dukuhsari, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pengetahuan dan praktik tradisional dalam pertanian, pengolahan hasil bumi, dan pengelolaan lingkungan yang ramah alam.
Data dan statistik yang menggambarkan kondisi terkini Padukuhan Dukuhsari
Total luas wilayah Padukuhan Dukuhsari
Dusun Sidosari dan Dusun Dukuhsari
Ketinggian minimum wilayah dari permukaan laut